article

Memberi kesadaran kepada peserta didik tidak hanya dilakukan dalam pembelajaran dalam kelas, namun dengan berbagai macam kegiatan justru akan lebih mampu membekali kesiapan peserta didik untuk menetahui dunia luar sekolah yang sesungguhnya.

Busana yang melekat pada tubuh kita setiap hari di buat tidak asal jadi, tetapi memerlukan proses dari pola sampai menjadi busana yang dapat di pakai. Di SMK PIUS X Magelang terdapat salah satu kompetnsi jurusan yang mengajarkan kita untuk merubah lembaran kain menjadi busana yang indah.
Sebelum masuk pada proses menjahit, terlebih dahulu harus membuat desain dan pola. Desain sebagai patokan membuat pola, desain juga bisa di buat dengan kreatifitas kita. Setelah desain selesai di buat,barulah kita membuat pecah pola kecil dan rancangan bahan.
Pecah pola sangat diperlukan untuk membuat jiplakan pada kain. Ada bermacam-macam bagian pola seperti: pola badan,pola lengan, pola rok, pola celana, pola kerah, pola saku, dan sebagainya. Pola yang mengabungkan pola rok dengan pola badan sering di sebut sebagai pola gaun. Banyak sekali pola yang ada dalam pembuatan busana.

Purwokerto, 16 – 19 September 2013. Kota di ujung kulon Propinsi Jawa Tengah diselenggarakan Lomba Kompentesi Siswa atau sering disebut sebagai LKS. Lomba tersebut diikuti oleh SMK-SMK baik negeri ataupun swasta untuk beradu kompetensi. SMK Pius X juga hadir dalam turnament kejuaraan dan berusaha mempertahankan prestasinya. SMK Pius X mengikuti untuk program keahlian Restoran dan Patiseri. Seleksi tingkat kota telah dilaksanakan, dan SMK Pius X mewakili Kota Magelang untuk kontes dalam tingkat Propinsi.

Ciptono(49), sosok yang tidak asing lagi.Beliau adalah Bapak bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus, khususnya di SLB Negeri Semarang.Penghargaan Ashoka for Public dari Amerika Serikat tahun 2011, mengantarkan beliau sebagai motivator bagi semua orang untuk memanfaatkan sumberdaya untuk meraih peluang. Kunci menjadi sukses menurutnya adalah berpikir kreatif, innovatif, memanfaatkan sumberdaya, dan meraih peluang. Hal itu pula dilakukannya selama dua hari, Jumat-Sabtu (25-26/1) lalu di SMK PIUS X Magelang. Para siswapun mengikutinya dengan antusias, bahwa untuk menjadi wirausahawan yang unggul perlu dilatih sejak dini, dan harus mampu berusaha mewujudkannya sedini mungkin.

Itulah perjuangan yang perlu kita pertahankan demi hidupnya sebuah lembaga....SMK PIUS X berusaha mencari celak untuk menunjukkan kemampuan meski kesempatan itu sangat sulit untuk didapatkan meskipun di lain sisi kita sanggup untuk bisa memenangkan.