Article Detail
MENJAGA KEBERLANGSUNGAN HIDUP DENGAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN DAN MENGOLAH SAMPAH
MENJAGA KEBERLANGSUNGAN HIDUP DENGAN
MELESTARIKAN LINGKUNGAN DAN MENGOLAH SAMPAH
(Oleh : A. Nanang Baskara, S. Si., M. Pd)
Pada tanggal 5 Juni 2024, kita akan
memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di tahun ini, tema yang diusung
adalah "Menuju
Dunia Bebas Sampah". Sampah telah menjadi salah satu
masalah lingkungan hidup yang paling mendesak di dunia. Setiap tahun, jutaan
ton sampah dibuang ke laut, mencemari tanah, dan membahayakan kesehatan
manusia.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan
momen untuk merenungkan kembali tanggung jawab kita terhadap planet ini. Kita
semua harus bekerja sama untuk mengurangi sampah dan melindungi lingkungan
hidup.
Lingkungan
Hidup: Fondasi Kehidupan
Lingkungan
hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, termasuk manusia itu
sendiri, yang mempengaruhi kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan
manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan hidup yang sehat dan lestari
merupakan fondasi bagi kehidupan yang berkualitas. Menjaga kelestarian
lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat melakukan
berbagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, seperti:
- Mengurangi
penggunaan plastik: plastik membutuhkan waktu ratusan
tahun untuk terurai dan mencemari lingkungan. Gunakan tas kain, botol
minum, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.
- Hemat energi:
matikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Gunakan energi terbarukan seperti energi
matahari dan angin.
- Menanam pohon:
pohon menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Tanamlah pohon di
sekitar rumah, sekolah, dan tempat kerja.
- Mengurangi
polusi: gunakan kendaraan umum,
bersepeda, atau berjalan kaki untuk mengurangi emisi gas buang. Hindari
membakar sampah.
- Memilah sampah:
pilahlah sampah organik dan non-organik untuk memudahkan proses daur ulang
dan pengomposan.
Mengelola
Sampah: Tantangan dan Solusi
Sampah
merupakan salah satu masalah utama lingkungan hidup. Setiap hari, manusia
menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Sampah yang tidak dikelola dengan baik
dapat mencemari lingkungan, menyebabkan banjir, dan membahayakan kesehatan
manusia. Pengelolaan sampah yang efektif meliputi:
- Pengurangan
Sampah: minimalisir penggunaan barang
sekali pakai dan pilihlah produk yang ramah lingkungan.
- Daur Ulang:
pisahkan sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik, kertas, dan
logam. Serahkan sampah daur ulang ke bank sampah atau tempat pengumpulan
daur ulang.
- Pengomposan:
ubah sampah organik seperti sisa makanan dan daun menjadi kompos. Kompos
dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
- Pemrosesan
Sampah: sampah yang tidak dapat didaur
ulang atau dikomposkan harus diolah dengan aman dan bertanggung jawab,
seperti dibakar di incenerator atau dibuang di tempat pembuangan akhir
(TPA) yang terkontrol.
Ayo
kita Lestarikan Lingkungan Hidup
Berikut
beberapa ajakan untuk melestarikan lingkungan hidup dan menjaga agar dunia
terbebas dari sampah:
- Kurangi
penggunaan plastik sekali pakai: gunakan tas
kain, botol minum, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.
- Pilah sampah:
pisahkan sampah organik dan non-organik untuk memudahkan proses daur ulang
dan pengomposan.
- Daur ulang:
daur ulang sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik, kertas, dan
logam. Serahkan sampah daur ulang ke bank sampah atau tempat pengumpulan
daur ulang.
- Kompos:
ubah sampah organik seperti sisa makanan dan daun menjadi kompos. Kompos
dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
- Hemat energi:
matikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Gunakan
energi terbarukan seperti energi matahari dan angin.
- Tanam pohon:
pohon menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Tanamlah pohon di
sekitar rumah, sekolah, dan tempat kerja.
- Gunakan produk
ramah lingkungan: pilihlah produk yang ramah
lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
- Sebarkan
kesadaran: ajarkan keluarga, teman, dan
tetangga tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
BIOENZIM:
GERAKAN BERSAMA SELURUH INSAN PENDIDIKAN TARAKANITA SEBAGAI SOLUSI
RAMAH LINGKUNGAN UNTUK
MENGOLAH SAMPAH ORGANIK
SMK
Pius X memiliki agenda besar pada tanggal 5 Juni 2024 untuk memperingati hari Lingkungan
Hidup Sedunia. Sekolah Tarakanita menjadikan sebagai gerakan Bersama secara nasional
untuk mencintai lingkungan hidup kita. Tidak sedikit warga dunia tidak memperhatikan
pentingnya lingkungan hidup, lebih lebih dunia sedang bersaing menciptakan senjata
pemusnah massal, perang dunia saat ini, efek gas rumah kaca, polusi dunia dan
sebagainya, bahkan di tingkat nasional Indonesia banyak terjadi deforesting
(penggundulan hutan) baik untuk membuka untuk pemukiman massal dan bermacam
industri. Pentingnya menjaga kelestarian alam ini juga senada atau sejalan
ajakan gereja terlebih pemimpin rohani Katolik Dunia Paus Fransiskus.
Pada tahun 2015, Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik
Laudato Si yang berjudul "On Care for Our Common Home".
Ensiklik ini menjadi panduan utama bagi umat Katolik dalam memahami dan menanggapi
krisis lingkungan hidup. Paus Fransiskus menekankan bahwa kelestarian
lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama semua manusia. Kita semua
dipanggil untuk merawat bumi sebagai rumah bersama kita. Gereja Katolik
mengajak umat untuk mengubah gaya hidup yang konsumtif dan boros menjadi gaya
hidup yang sederhana dan ramah lingkungan. Kita perlu mengurangi penggunaan
plastik, menghemat energi, dan mendaur ulang sampah. Gereja Katolik juga
menekankan pentingnya melindungi kaum miskin dan rentan yang paling terkena
dampak krisis lingkungan hidup. Kita perlu bekerja sama untuk memastikan
keadilan dan akses yang merata terhadap sumber daya alam.
Sejalan
dengan surat gembala tersebut, Sekolah Tarakanita mendukung gerakan sekaligus
ajakan dari gereja dengan mengolah sampah yang lebih optimal dan berguna bagi
kehidupan manusia. SMK Pius X sebagai sekolah kejuruan bergerak bersama dalam
lingkup Pendidikan Tarakanita dan Dunia dalam mengolah sampah dengan metode
Bioenzim.
BIOENZIM ADALAH SOLUSI CERDAS UNTUK MENGOLAH SAMPAH
MENJADIKAN LEBIH BERMANFAAT BAGI KEHIDUPAN
Bioenzim
adalah cairan hasil fermentasi bahan organik seperti sisa makanan, kulit buah,
dan molase. Bioenzim memiliki banyak manfaat untuk lingkungan hidup, termasuk:
- Mendekomposisi
sampah organik: bioenzim dapat mempercepat proses
penguraian sampah organik menjadi kompos.
- Menghilangkan
bau sampah: bioenzim dapat menghilangkan bau
busuk sampah organik.
- Membersihkan
air:
bioenzim dapat digunakan untuk membersihkan air yang tercemar limbah
organik.
- Menurunkan emisi
gas rumah kaca: bioenzim dapat membantu
mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi jumlah sampah organik
yang dibuang ke TPA.
Bahan
Baku Bioenzim dan Manfaatnya
Bioenzim
dapat dibuat dari berbagai bahan organik, seperti:
- Sisa makanan:
Sisa nasi, sayur, dan buah dapat diolah menjadi bioenzim.
- Kulit buah:
Kulit pisang, apel, dan mangga dapat diolah menjadi bioenzim.
- Molase:
Molase adalah sirup kental yang berasal dari tebu. Molase kaya akan gula
dan mineral yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bioenzim.
Manfaat
Bioenzim bagi Lingkungan Hidup dan Kehidupan Manusia
Bioenzim
memiliki banyak manfaat bagi lingkungan hidup dan kehidupan manusia, antara
lain:
- Meningkatkan
kualitas lingkungan hidup: bioenzim dapat membantu
mengurangi pencemaran lingkungan dengan mendekomposisi sampah organik,
menghilangkan bau sampah, dan membersihkan air yang tercemar.
- Meningkatkan
kesuburan tanah: kompos yang dihasilkan dari
bioenzim dapat meningkatkan kesuburan tanah dan membantu pertumbuhan
tanaman.
- Menghemat biaya:
bioenzim dapat digunakan sebagai alternatif pembersih rumah tangga yang
ramah lingkungan dan lebih murah dibandingkan dengan pembersih kimia.
- Meningkatkan kesehatan: bioenzim dapat membantu meningkatkan kesehatan manusia dengan mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya.
Bioenzim
adalah solusi ramah lingkungan yang dapat membantu kita dalam mengatasi masalah
sampah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Marilah kita mulai menggunakan
bioenzim dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih
sehat dan lestari. (Bu-Was)
-
there are no comments yet