Article Detail

MENINGKATKAN KOMPETENSI VOKASI MELALUI PENGEMBANGAN SOFT SKILL, PENILAIAN KOLABORATIF DAN TEACHING FACTORY

MENINGKATKAN KOMPETENSI VOKASI MELALUI PENGEMBANGAN SOFT SKILL, PENILAIAN KOLABORATIF DAN TEACHING FACTORY

Materi Hari Studi Guru (HSG)

SMK Pius X Magelang

Sabtu, 20 Juli 2024

 

Pemateri I

Bp. Meinrad Indra Cahya

(Program Spesialist Childfund International in Indonesia)

 

Growth mindset: Keyakinan bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha dan pembelajaran

Mengapa grow mindset penting di SMK?

Meningkatkan Keterampilan problem-solving

Pendidik dengan growth mindset lebih gigih dalam menghadapi tantangan dan cenderung mencari solusi yang kreatif.

2.      Mendorong kreatifitas

Growth mindset mendorong pendidik untuk berani mencoba hal baru dan bereksplorasi di luar zona nyaman mereka.

3.      Meningkatkan Resiliensi

Pendidik dengan growth mindset cenderung lebih pantang menyerah dan terus belajar dari kegagalan

Design Thinking?

Proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan strategi dan solusi alternatif yang mungkin tidak langsung terlihat dengan tingkat awal pemahaman kita. Pada saat yang sama, Design Thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah cara berpikir dan bekerja serta kumpulan metode langsung.

 

Pengenalan Design Thinking:

  • 1.      Empathize : memahami pengguna dan permaalahan secara mendalam.
  • 2.      Define : mengidentifikasi permasalahan yang akan ditangani.
  • 3.      Ideate : menghasilkan ide-ide inovatif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan.
  • 4.      Prototype : mewujudkan ide-ide ke dalam bentuk purwarupa.
  • 5.      Test : menguji purwarupa dan mendapatkan umpan balik dari pengguna.

 

Keterampilan yang ditumbuhkan dalam PJBL:
1. Kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem olving skill).

2. Kecakapan berkomunikasi (communication skills).

3. Kecakapan kreativitas dan inovasi (creatifity and innovation).

4. Kecakapan kolaborasi (collaboration).

 

Pembelajaran merupakan proses mencari cara/langkah, jangan fokus pada hasil akhir sehingga siswa memperoleh makna yang dalam terhadap hasil yang diperoleh.
Ketika melakukan proses, nilai bagus adalah bonus dari proses belajarnya, yang penting kita berani menerima kritik.

 

Mengembangkan soft skill: mau berubah/mengubah diri dengan membuka perspektif dari kacamata siswa.

 

Menjadi guru itu:

1.      Melakukan dengan sepenuh hati.

2.      Membuat kelas nyaman dan fun.

3.      Memberikan yang terbaik bagi siswa.

 

Pengembangan soft skill melalui proyek:

1.      Komunikasi.

2.      Kerja tim => ketika kita kerja tim maka tidak boleh ada yang sakit hati.

Mudah menghakimi, imbal balik (simpati/empati), bahasa yang sama harusnya menjadi mudah dimengerti.

3.      Kepemimpinan.

 

Anak bermasalah => kurang perhatian, kurang memberikan trust.

Dalam satu komunitas: menyatukan pemahaman saling percaya, bisa enjoy dalam bekerja.

Memberikan umpan balik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

 

Evaluasi dan refleksi:

Refleksi diri: pendidik yang baik akan mengevaluasi kemajuan mereka dan mengidentifikasi “area” yang perlu ditingkatkan.

Umpan balik: pendidik akan memberikan umpan balik yang membangun untuk mendorong pertumbuhan pembelajarannya

Perbaikan berkelanjutan: proses belajar yang terus menerus dan melakukan literasi dan penyempurnaan.

 

 

 

Pemateri II

Ibu Farida Fahmalatif, S. Pd. M. Pd.

(Kepala SMK Berprestasi Nasional)

 

PBL (SMK) Perubahan tidak bisa instan diperlukan kebersamaan (Bonding)

 

Roh dari TEFA:
1. Ada dampak positif yang dihasilkan.

2. Melakukan diferensiasi pembelajaran.

3. Menumbuhkan keterampilan (passion).

4. Belajar memanagement waktu.

5. Mengeksplor.

Mindset Kolaborasi

1.      Melakukan dengan lintas kompetensi.

2.      Memerdekakan pikiran.

Sehingga mengajar itu merupakan hal yang menggembirakan dan dirindukan karena adanya budaya kerja yang dekat.

3.      Harus menerima dan saling melengkapi.

 

Diferensiasi:

  1. 1.      Pemahaman.
  2. 2.      Imajinasi.
  3. 3.      Daya tangkap.
  4. 4.      Kreatifitas.

 

Project Based Learning:

1.         Fleksibilitas => implementasi jadwal .

2.         Dilakukan dengan tanggung jawab.

3.         Sebagai fasilitator jadilah sahabat bagi peserta didik.

4.         Berilah ruang dan waktu bagi peserta untuk eksplorasi dan berkreasi

 

Di harapkan hasil yang diperoleh dari pembelajaran projek adalah :

1.         Produksi.

2.         Kinerja.

3.         Organisasi. (Bu-Was)

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment